Neneng Berkumpul dengan Ratna, Bos Lippo di Sel Berbeda

JawaPos.com – Dua tersangka kasus suap perizinan proyek Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dititipkan KPK ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Hal ini lantaran rutan KPK sudah penuh.

Dua tersangka itu adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.

Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengatakan penitipan diterima Polda Metro Jaya, Selasa (16/10) malam.

“Ya karena rutan KPK sudah penuh ya. Kita memang ada sinergitas, kerja sama yang baik dengan KPK,” ucap Barnabas dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/10).

Penahan keduanya dipisah, dimana Billy bersama lima tahanan KPK yang lebih dahulu dititipkan di sana. Sedangkan Neneng bersama lima tahanan perempuan yang terjerat kasus tindak pidana umum. 

Menurut Barnabas, tidak akan ada perlakuan khusus buat para tahanan. Kedua tersangka akan di Rutan PMJ sampai penyidikan kasus itu rampung.

“Persis sama, enggak ada bedanya (dengan tahanan lain). Yang jelas selama proses penyidikan aja. Tapi kalau pas proses penuntutan kita enggak tahu nih, tunggu perkembangannya aja,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, untuk Neneng, ada di blok yang sama dengan tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet. Hanya, mereka beda kamar.

“Ya mau enggak mau pasti berbaur sama tahanan lain juga. Kan mereka satu sel, kumpul di situ. (Neneng dan Ratna) satu blok, tapi beda kamar,” pungkasnya.

(bin/wiw/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.