Rusia: Sanksi Baru AS Adalah Deklarasi Perang

loading…

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa penjatuhan sanksi baru, yang menargetkan bank-bank di Rusia, bisa dianggap sebagai deklarasi perang ekonomi. Foto/Reuters

MOSKOW – Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa penjatuhan sanksi baru, yang menargetkan bank-bank di Rusia, bisa dianggap sebagai deklarasi perang ekonomi.

“Yang bisa saya katakan adalah jika mereka melarang operasi perbankan atau penggunaan mata uang apa pun, kami akan menyebutnya sebagai deklarasi perang ekonomi,” ucap Medvedev dalam sebuah pernyataan.

“Kami harus menanggapinya, secara ekonomi, politik atau dengan cara lain, jika perlu. Teman-teman Amerika kami seharusnya tidak membuat kesalahan tentang itu,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (10/8).

Seperti diketahui, AS pada hari Rabu mengumumkan akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia setelah Washington memutuskan bahwa Moskow telah menggunakan zat syaraf terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya, Yulia, di Inggris.

Rusia telah berulang kali membantah bertanggung jawab atas serangan itu. Kedutaan Rusia di Washington mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan Washington dalam kasus tersebut tidak didukung oleh bukti.

Pengumuman AS ini memicu memburuknya sentimen investor tentang kemungkinan efek lebih banyak sanksi AS terhadap aset Rusia. Nilai tukar rubel terhadap dolar juga merosot lebih dari 1 persen, sehari setelah jatuh ke level terendah dalam hampir dua tahun.

(esn)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.