Mondo Gascaro: sebutan indie dan mainstream sudah tak relevan

Jakarta (ANTARA News) – Mondo Gascaro menyebutkan bahwa pemberian istilah indie dan mainstream tidak relevan lagi diberikan pada musisi yang berjuang di industri musik Indonesia.

Pemberian label musisi indie atau anti mainstream dengan musisi mainstream memang masih sering digunakan. Padahal kalau dari segi bisnis, kedua musisi ini tidak jauh berbeda cara penjualannya.

“Perbedaan itu udah enggak perlu ya. Ya perlu enggak perlu sih tapi memang perlu tahu. Tapi kalau terlalu kaku dilabelin udah enggak relevan juga,” ujar Mondo saat berkunjung ke Antara beberapa waktu lalu.

“Label besar artinya dengan modal yang besar, itu mereka menggunakan channel-channel independen juga, mereka megang managemen juga dan sebaliknya juga. Label-label indie juga semakin fasih berbisnis dan menggunakan cara-cara bisnis yang dipakai label besar. Jadi agak enggak relevan,” lanjutnya.

Meski demikian, mantan personel SORE ini tidak menutup mata bahwa sampai kapanpun label mainstream dan anti mainstream tidak bisa dihilangkan.

“Tapi kalau perbedaan mainstream dan enggak mainstream itu sampai kapanpun akan menjadi arus utama dan selalu ada yang di pinggir yang akhirnya akan ke tengah juga. Kalau gue ada di arus ketiga,” katanya.

Karya yang diciptakan oleh Mondo diakuinya juga bukan mudah diterima oleh seluruh penikmat musik. Namun, dia tidak ngoyo untuk menaklukkan semua orang.

“Pasti pengin lah ada pendengar baru dan bisa menikmatinya tapi enggak ngotot juga sih,” terang Mondo.

Baca juga: Mendengar misi Mondo Gascaro dalam musik

Baca juga: Mondo Gascaro luncurkan single “April”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018