Bayi di Riau Meninggal Akibat Virus Campak-Rubella

Pekanbaru – Kasus kematian bayi yang terkena virus campak/rubella (MR) kini terjadi di Kabupaten Bengkalis Riau. Masyarakat diharapkan segera memberikan vaksin MR kepada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

“Kita menerima laporan dari Dinas Kesehatan Pemkab Bengkalis adanya bayi yang meninggal dunia karena virus campak/rubella,” kata Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir kepada detikHealth, Kamis (18/10/2018).

Mimi menyebutkan, kematian bayi tersebut terjadi pada 28 September 2018 lalu. Ini menunjukan bahwa warga di Bengkalis ada yang terkena virus MR.

Memi membeberkan, ibu bayi berusia 22 tahun selama kehamilan memalukan pemeriksaan dengan bidan dan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di salah satu desa di Bengkalis.

“Dalam surat keterangan dari Diskes Bengkalis, ibu bayi dirujuk secara terencana untuk melahirkan ke rumah sakit karena air ketuban. Dari keterangan ibu bayi, dia pernah terpapar dengan keluarga yang tersangka campak pada kehamilan lima bulan,” kata Mimi.

Mimi menjelaskan, ibu bayi melahirkan di RSUD Bengkalis pada 15 Setember melalui proses secio caesaria dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan berat badan 1.900 gram. Panjang bayi 43 cm.

“Bayi dirawat di ruangan NICU (Neonatus Intensive Care Unit) dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) selama 13 hari,” kata Mimi.

Mimi menjelaskan kembali, pada 23 September 2018 bayi tersebut didiagnosa menderita CRS (Congenital Rubella Syndrom) berupa kelainan jantung dan katarak congenital.

“Kemudian diambil sampel darah bayi untuk pemeriksaan TORCH dan dikirim ke klinik Pramita pada. 26 September 2018. Hasilnya, igG Rubella dan igG Rubella. Pada 28 September 2018 bayi meninggal dunia,” kata Mimi.

Saat ini Kementerian Kesehatan memperpanjang program vaksi MR untuk wilayah Sumatera termasuk Riau. Ini karena Riau dalam pencapaian program MR masih rendah. Program imunisasi vaksin MR ini akan berakhir di bulan Oktober 2018.

“Dalam program vaksin MR dua bulan sebelumnya, Riau masih jauh dari target 95 persen. Riau saat itu hanya mencapai 38,45 persen. Pencapaian masih rendah, sehingga program vaksin MR saat ini kembali dilaksanakan. Kita harapkan, masyarakat membawa anak-anaknya untuk mendapatkan vaksin MR,” tutup Mimi.

(up/up)