AS Ancam Pembeli Senjata Moskow dengan Sanksi, Ini Respon Rusia

loading…

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. FOTO/Victor Maulana/SINDONEWS

Rusia menyatakan ancaman penjatuhan sanksi oleh Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara yang membeli senjata mereka adalah sesuatu yang tidak berdasar dan tidak bisa diterima. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, menuturkan, ancaman sanksi itu juga adalah bentuk campur tangan AS dalam urusan dalam negeri sebuah negara.

“Ancaman ini sangat tidak bisa diterima, tapi seperti yang kita lihat negara-negara itu tidak takut. Turki tetap membeli persenjataan kami, India dan Indonesia juga tetap membeli senjata dari kami,” ucap Vorobieva.

“Tentu saja itu adalah interfensi langsung terhadap urusan dalam negeri negara lain dan hubungan bilateral, yang mana tidak bisa diterima dan tidak sah,” sambungnya, saat menggelar briefing bulanan di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (17/10).

Seperti diketahui, AS dari awal sudah mengancam negara-negara yang membeli senjata Rusia berpotensi terkena sanksi berdasarkan undang-undangnya, Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

UU itu sejatinya dirancang hanya untuk melawan Rusia, Iran, dan Korea Utara. Setelah New Delhi resmi membeli senjata pertahanan S-400 Triumf, Washington yang menganggap New Delhi sebagai mitra hanya membuat pernyataan samar. Kapan dan wujud sanksi yang berpotensi dijatuhkan pada India tak pernah diungkap secara jelas.

Sementara itu terkait dengan Indonesia, yang telah membeli Su-35 Rusia, AS belum pernah mengeluarkan pernyataan terbuka, bahwa mereka juga mungkin akan menjatuhkan sanksi kepada Jakarta.

(esn)