Cari Jejak Khashoggi, Tim Forensik Turki Sambangi Konsulat Saudi

loading…

Tim forensik Turki memeriksa Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mencari jejak keberadaan jurnalis Jamal Khashoggi yang hilang dan diduga dibunuh di pos diplomatik tersebut. Foto/Istimewa

ISTANBUL – Para penyelidik Turki mengenakan pakaian dan sarung tangan memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Sudah dua minggu penulis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, hilang dan diduga dibunuh di pos diplomatik tersebut.

Petugas polisi membawa file dan peralatan berjalan melalui pintu besi konsulat setelah matahari terbenam. Mereka melakukan pencarian yang luar biasa di pos diplomatik karena kekhawatiran dunia tumbuh atas nasib kolumnis Washington Post yang hilang.

Pencarian itu merupakan kerja sama baru antara Turki dan Arab Saudi. Turki mengaku khawatir Khashoggi dibunuh dan dimutilasi, sementara Saudi mempertahankan bahwa tuduhan itu “tidak berdasar” meski tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi pada Khashoggi.

Namun, pertanyaan tetap tentang berapa banyak bukti yang bisa ditemukan para penyelidik di konsulat muncul mengingat petugas kebersihan masuk beberapa jam sebelum kedatangan mereka.

Seperti dikutip AP dari Anadolu, Selasa (16/10/2018), tim penyelidik Turki termasuk jaksa, wakil jaksa, polisi anti-teror dan ahli forensik. Sejumlah wilayah tertentu di konsulat akan terbebas dari pemeriksaan, meskipun pejabat akan memeriksa kamera pengintai.

Pejabat Turki ingin melakukan pencarian selama berhari-hari di Konsulat Saudi. Izin untuk melakukan hal itu datang setelah Raja Salman dan Presiden Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui sambungan telepon.

Dalam pernyataan setelah telepon itu, keduanya memuji terbentuknya penyelidikan bersama Turki-Saudi tentang Khashoggi.