Isu Suap Kapolri, IPW: Jangan Sampai Muncul Cicak Buaya Jilid 3

JawaPos.com – ┬áKetua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane curiga ada pihak yang ingin menjatuhkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab, isu orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menerima sejumlah uang dari pengusaha Basuki Hariman, muncul kembali di tahun politik.

“Pertanyaannya kemudian, setelah sekian lama, kenapa kasus ini baru mencuat menjelang pilpres. Ada apa? Apa karena Tito sangat dekat dengan presiden sehingga ada pihak yang bermanuver untuk menjatuhkannya?” ujar dia kepada JawaPos.com, Kamis (11/10).

IPW menduga bahwa ada orang internal Polri yang memanfaatkan isu tersebut. “(Pihak yang ingin menjatuhkan) diduga dari eksternal yang kemudian dimanfaatkan segelintir internal,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, Ketua KPK Agus Rahardjo nyatanya sendiri sudah mengatakan bahwa dugaan aliran dana ke Tito itu tidak benar. Buku catatan merah yang disebut-sebut berisi nama Tito sebagai penerima uang pun telah diklarifikasi Basuki Hariman sendiri bahwa itu tidak benar.

“Artinya, pernyataan ketua KPK itu kan suara resmi KPK dan apa perlu dipermasalahkan lagi?” sebut Neta.

Begitu juga soal perusakan buku merah tersebut, kata dia sudah dijelaskan ketua KPK bahwa tidak cukup bukti dan sudah benar dihentikan penyelidikannya.

“Apakah ketua KPK tidak layak dipercaya?” Apa perlu dibentuk tim pencari fakta,” tutur Neta.

Mengingat situasi sekarang ini sudah memasuki tahun politik, IPW lantas berharap Polri dan KPK harus sinergi. “Jangan mau diadu domba hingga muncul cicak buaya jilid 3,” tegasnya.

Seraya dengan itu, KPK harus terus agresif memburu koruptor di tahun politik ini. Polri juga harus mampu maksimal menjaga keamanan hingga pilpres 2019. “KPK dan Polri harus solid agar koruptor bisa disapu bersih,” pungkas Neta. (

(dna/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.