Lucas Tolak Diperiksa, Febri: KPK Tak Bergantung pada Pengakuan

JawaPos.comĀ – Usai menyandang status tersangka, secara perdana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Lucas untuk diperiksa terkait perkara perintangan penyidikan tersangka Eddy Sindoro. Namun, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, pihaknya belum bisa melakukan proses pemeriksaan terhadap Lucas.

Lucas sendiri memang sudah datang sekitar Pukul 11.00 WIB dan meninggalkan lembaga antirasuah sekitar pukul 12:35 WIB. Ternyata, cepatnya Lucas meninggalkan lembaga ini karena penyidik sama sekali belum melakukan pemeriksaan terkait perkara yang membelitnya.

“Saat pemeriksaan berlangsung dengan didampingi kuasa hukum Lucas mengeluhkan sakit dan kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” ujarnya pada awak media, Rabu (10/10).

Lebih lanjut, mantan aktivis ICW menuturkan, setelah diperiksa oleh dokter, ternyata tersangka sama sekali tidak bersedia untuk memberi keterangan lebih lanjut dalam perkara ini.

Kendati demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan sikap Lucas. Karena, pengakuan ataupun sangkalan dari tersangka tidak menjadi satu-satunya acuan dalam penyidikan. Untuk itu, Lucas dikembalikan ke Rutan.

“KPK tidak akan bergantung pada pengakuan ataupun sangkalan dari tersangka,” imbuhnya.

“Pemeriksaan tersangka dilakukan selain untuk mengkonfirmasi sejumlah hal seperti kronologis dan peran tersangka, juga untuk mendengar dan memberi ruang bagi tersangka untuk bicara,” tambahnya.

Terpisah, Lucas yang meninggalkan lembaga antikorupsi siang hari tadi juga memilih bungkam ketika awak media mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.

Sekadar informasi, sikap tidak kooperatif bukan kali perdana ditunjukkan advokat ini, beberapa waktu lalu tepatnya pada (4/10), Lucas juga menolak penyidik mengambil sampel suaranya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tersangka terhadap advokat Lucas. Penetapan tersangka dilakukan karena Lucas diduga dengan sengaja menghalangi, merintangi proses perkara penyidikan mantan petinggi Lippo Grup, Eddy Sindoro (ESI).

Penetapan tersangka ini berkaitan dengan kasus pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara dua anak usaha Lippo Grup, PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus.

Alasan lembaga antirasuah meningkatkan status penanganan perkara penyidikan terhadap Lucas, karena pertama, Lucas sengaja melakukan perbuatan dengan cara menghindarkan Eddy saat hendak ditangkap oleh otoritas Malaysia dan kemudian dideportasi atau diusir ke Indonesia.

Sedangkan alasan kedua Lucas diduga berperan untuk tidak memasukkan tersangka ESI di wilayah Yurisdiksi Indonesia melainkan di keluarkan kembali ke luar negeri.

(ipp/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.